Cara Menghindari Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga – Percaya dirikah selamanya pasangan hidup tidak akan berselingkuh? Hati manusia tidak ada yang tahu, mari kita simak beberapa tips mencegah perselingkuhan dalam rumah tangga berikut ini.

cara-menghindari-perselingkuhan-dalam-rumah-tangga

Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab paling besar adanya sebuah perceraian. Tribunnews bahkan mempostkan maraknya kasus perselingkuhan di Kota Sangatta, Kalimantan Timur, sehingga berujung gugatan cerai sepanjang tahun 2014 lalu. Perselingkuhan sebagai penyebab perceraian hampir mendekati angka 90 %, jauh lebih tinggi dibandingkan penyebab lainnya yang mengakibatkan keretakan rumah tangga.

Lalu apakah selingkuh itu hanya milik orang lain, dan sama sekali tidak mungkin terjadi pada diri kita? misalkan kita berpikir… ah… tokh saya orang beragama kok, dengan bekal ilmu yang sangat cukup, insya allah itu akan menjadi benteng yang kuat untuk bisa “bebas” dari yang namanya perselingkuhan. Yakin nih?

Padahal orang yang terpaksa atau terjebak “berselingkuh” itu sejatinya memang tidak pernah punya cita-cita untuk berselingkuh looh dari sejak pertama kali memutuskan menikah,  jadi sebenarnya selingkuh itu hanya bentuk “escape” dari sebuah kebutuhan yang tidak dia temukan pada diri pasangannya, dan itu tidak berhubungan dengan bekal agama banyak atau sedikit.

Lalu si korban selingkuhnya bilang…. yaa… harusnya pasangan saya bisa menerima saya apa adanya doong, jangan langsung dengan enteng cari orang lain.

Yup… bener…. menerima apa adanya, tapi kalau definisi apa adanya bener-bener kosong melompong, tidak ada secuilpun yang bisa memenuhi apa yang dibutuhkan pasangan, itu sama juga seperti sedang menyiksa pasangan.

Sekuat apapun dia menahan “lapar”, menjadi orang yang setia merupakan perjuangan yang sangat luar biasa buat dia, saat begitu banyak yang dia butuhkan tidak bisa dia temukan sama sekali pada pasangannya.

Baca Juga  20 Waktu Berdoa Paling Mujarab & Diijabah Oleh Allah SWT

Selama ini orang yang “terpaksa” berselingkuh kita anggap sebagai pelaku kriminal, sehingga mampu membuat kita “simpati” pada korban selingkuhannya. Sejujurnya apakah kita fair menilai seperti itu? karena sejatinya orang yang berselingkuh plus korban selingkuhannya adalah orang yang sama-sama perlu dikasihani. Loh kok bisa?

Yaa… karena perselingkuhan sebenarnya akan sulit sekali terjadi, jika semua kebutuhan yang ada pada diri pasangannya terpenuhi. Owh… jadi jika pasangan berselingkuh sebenarnya akibat dari diri kita sendiri yang abai pada kebutuhan pasangan kah?!

Yup… salah satunya begitu. Nah… sakit ternyata yaa… penyebab pasangan kita selingkuh adalah diri kita sendiri! Huffff… ‪#‎tarik nafas hembuskan.

Tenang… tenang… daripada marah-marah, maka mending kita fokus aja pada solusi yuk, mari selami lebih dalam apa sih yang terjadi di balik sebuah perselingkuhan itu.

mustika-bargawa-sarana-pemikat-hati-pasangan-yang-telah-meninggalkan-anda

Pahami Pintu-Pintu Masuknya Selingkuh

Masih menurut artikel yang sama, disebutkan; laki-laki itu mahluk visual, sedangkan perempuan itu mahluk perasa, pintu masuk selingkuh untuk mahluk visual sebagian besar melalui pandangan matanya, sedangkan pintu masuk selingkuh untuk perempuan sebagian besar melalui perasaan hatinya.

Nah…mendapati kenyataan itu, maka ikhtiar kita dalam rangka meringankan kerja keras pasangan kita untuk setia pada kita, yaitu dengan cara membentengi kebutuhan pasangan dimulai dari pintu masuknya tersebut.

Bagaimana caranya? untuk laki-laki sebagai mahluk visual, jika ingin membuatnya setia, maka jagalah pandangan matanya dengan memberikan sesuatu yang mampu membuat matanya tetap terjaga. Jangan paksa dia untuk setia, sementara ikhtiar kita untuk membuat matanya ga jelalatan aja tidak ada.

Baca Juga  TANDA-TANDA SESEORANG DICINTAI JIN

Gimana sih ikhtiarnya? Tampillah selalu menarik di depannya, tapi catat ya… Menarik itu tidak selalu identik dengan cantik, menarik itu yaa… yang selalu bisa membuat matanya sejuk saat melihat kita.

Baca Juga : Cara Ampuh Mengembalikan Pasangan Yang Selingkuh

Sedangkan perempuan itu mahluk perasa, jika ingin membuatnya setia, maka jagalah perasaan hatinya dengan memberikan sesuatu yang mampu membuat hatinya terus terjaga. Jangan paksa dia untuk setia, sementara ikhtiar kita untuk membuat hatinya tetap nyaman aja masih jauh panggang dari api.

Pahamilah… definisi “setia” itu bukan abstrak tapi konkrit, dan quote “terimalah aku apa adanya” itu totally different dengan “terimalah aku seadanya”.

Karena “apa adanya” itu adalah sosok diri kita utuh, namun kita tidak pernah berhenti memoles sisi terbaik dari diri kita hingga top to the max, sedangkan “seadanya”, yaa diri kita utuh… Yang teruuusss aja begitu ga diapa-apain sampe berlumut, termasuk sifat-sifat jelek yang ada tidak ada ikhtiar sama sekali untuk dirubah.

Kalau saja semua pasangan paham ini, rasanya selingkuh itu tidak akan pernah ada lagi. Buatlah definisi “setia” itu menjadi definisi konkrit yang menyenangkan, bukan definisi abstrak menerima “apa adanya” tapi kenyataannya kita sedang memaksakan diri dan pasangan saling memberi “seadanya”.

Apakah cinta itu tak ada logika? Benar…

Tapi hanya berlaku untuk cinta yang halal yah, mari kita tidurkan semua logika, supaya kita punya toleransi besar atas sebanyak apapun kekurangan yang dimiliki pasangan kita, dan supaya kondisi menuntut akan kita rubah menjadi menuntun. Saat logika kita baringkan, maka semua kekurangan akan menjadi tetap terlihat indah, dan energi menuntut kita akan mendadak berubah menjadi menuntun.

Baca Juga  Cara Aman Agar Tidak Ketahuan untuk Selingkuh

Dan apakah cinta juga harus pake logika? Naah…ini juga benarrr !!

Tapi khusus untuk cinta yang tidak halal (atau belum halal) yah… Heheh, karena logika itu memang Allah anugerahkan untuk membatasi hal-hal yang di luar logika.

Buatlah cinta yang katanya tak ada logika menjadi bisa sesuatu yang logic banget, sehingga kita dapat sadar penuh batas-batasnya harus seperti apa. Dan supaya kelebihan-kelebihan orang yang kita “anggap” sangat “wow” itu tetap menjadi biasa banget saat logika kita tegakkan setinggi-tingginya, so.. cinta yang kita rasakan tidak akan membuat kita seperti orang yang kehilangan akal dan logikanya… Hehe.

Kesimpulannya: unsur cintanya sendiri tidak pernah salah, yang bisa menjadi salah adalah penempatannya, dan cinta sejati adalah yang mampu membuat seseorang menjadi makin dekat pada TuhanNya, jadi jika dapat membuat makin jauh dari TuhanNya, pahami lah… Itu bukan cinta, tapi nafsu.

300x250_4-300x250

Cinta sejati itu indah dan menenangkan, karena itulah sakinah rumah tangga akan membuat sepasang suami istri itu merasa tenang di dalamnya.

So… untuk orang-orang yang sedang berselingkuh, yuk.. bangun, mari tegakkan logika kita untuk memimpin cinta menuju jalan yang benar, kembalilah kepada keluarga yang sangat mencintai kita.

 

Incoming search terms: