Cara Mengbuang Sial atau Menghilangkan Kesialan dalam Hidup – Dalam menjalani kehidupan ini tak selamanya keberuntungan mengikuti kita, keberuntungan diibaratkan seperti kupu-kupu yang terbang pada saat kita kejar dan hinggap ketika kita diam. Rejeki tidak dapat diburu melainkan, melainkan manusialah yang diburu rejeki, keberhasilan hidup ditentukan oleh hal – hal yang komplek, ada yang berhasil karena dermawan dan jujur dan ada pula yang sebaliknya berhasil karena kelicikannya.

Cara-Mengbuang-Sial-atau-Menghilangkan-Kesialan-dalam-Hidup

Terlepas dari urusan takdir, Keberhasilan lebih berpihak pada orang yang didekati keberuntungan dan di jauhi kesialan. Oleh karena itu, orang yang merasa dirinya kurang beruntung, berupaya menempuh berbagai cara, Termasuk melakukan iktiyar batin. Sebagai contoh, berdoa, berpuasa, dan melakukan ruwatan yang di yakini mampu menghilangkan kesialan dalam hidup.

Menghilangkan kesialan hidup dan mengundang keberuntungan harus di lakukan dengan sesuatu hal yang di yakini orang jawa menghilangkan energi negatif atau kesialan, sukerta dan sengkolo dengan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dan memotong rambut. Sementara
itu, para sesepuh tanah jawa lebih yakin dengan puasa, berdoa, dan sedekah. Bahkan dalam upaya membuang sial dan meraih keberuntungan itu. Ada orang yang memilih mengubah rumah dan kantor.

Cara membuang sial dengan puasa, di antaranya di lakukan dengan puasa sunah senin-kamis atau puasa pada pertengahan bulan. tanggal 12,13,14,. Puasa senin kamis lebih berat di lakukan karena dalam satu bulan berarti puasa sembilan hari. pada pertengahan bulan, puasa yang di lakukan lebih ringan karena hanya puasa tiga hari. hal itu sebanding

Baca Juga  Puter Giling Sukma Paling Ampuh Mengambalikan Pasangan

dengan puasa apit weton. sementara itu yang paling ringan adalah puasa weton, karena puasa hanya sehari dalam 36 hari.

garam ruwatan keberuntungan

Para leluhur kita sering menasehati anak cucunya untuk tetap bertahan dengan laku prihatin. mereka yakin, dengan hal itu, seorang akan di tempatkan oleh tuhan pada tempat yang terpuji. tradisi berpuasa adalah tradisi semua mahkluk, sebagai contoh: ulat yang tampak menjijikan melajukan tapa dalam bentuk kepompong ketika ingin mengubah nasibnya menjadi kupu-kupu. ulat yang semula berjalan merangkak, gatal, menjijikan, bahkan hanya makan dedaunan. Setelah derajatnya di angkat menjadi kupu-kupu, indah bentuknya, dapat terbang tinggi, makanannya pun jadi sari bunga yang tertentu lebih lezat.

Semua hal itu terjadi setelah ulat menyelesaikan puasanya. Nah. manusia yang ingin mengubah nasibnya, dari semula di bawah, kere, miskin, selalu di hina, dan selalu sial, menjadi melambungkan diri, hidup kecukupan, kaya, berwibawa dan selalu di hormati orang, dari semula makan gaplek, ubi, tiwul, setelah derajatnya di angkat atau lulus dari segala ujian duniawi berubah makan yang lebih lezat. dari semula orang takut(jijik)saat memandang menjadi yang senang, tentunya hendaklah rajin puasa, sedekah dan selalu iling lan waspodo. semoga jadi renungan kita bersama.

Baca Juga  5 Langkah Ampuh Menyingkirkan Sakit Hati Akibat Putus Cinta

Incoming search terms: